Media Dan Kontrol Sosial
Nama: Mukhammad Sulthoni Firdaus
Kelas:E3
Nim: B05219030
Media Dan Kontrol Sosial
Media massa mempunyai tugas dan kewajiban menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melalui pemberitaan atau publikasinya dalam aneka wujud (berita, artikel, laporan penelitian, dan lain sebagainya), dari yang kurang menarik sampai yang sangat menarik, dari yang tidak menyenangkan sampai yang sangat menyenangkan, tanpa ada batasan kurun waktu. Media massa ada dimana-mana di sekitar kita. Hidup satu hari tanpa komunikasi massa adalah hal yang mustahil bagi kebanyakan orang, terutama di masa sekarang. Meskipun demikian, banyak di antara kita yang tidak mengetahui bagaimana media beraksi dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan kita[1].
Media massa sebagai wadah penyampaian informasi, media hiburan, dan pendidikan, juga berfungsi sebagai kontrol sosial. Idealisme media tersebut sudah sangat kuat dan tertanam dikalangan pekerja media, khususnya kalangan kuli tinta yang kita kenal dengan sebutan jurnalis. Akan tetapi, idealisme itu perlahan mulai digerus oleh kalangan pemilik media sebagai pemilik modal dan sumber dana pengelolaan media. Sehingga berdampak terhadap pemberitaan yang cenderung beralih fungsi dan sarat akan kepentingan. Memang, tidak semua media dan jurnalisnya rela melacurkan idealismenya, meski demikian tidak sedikit pula yang melakukan hal sebaliknya.
Dengan kondisi tersebut, lagi-lagi masyarakat sebagai konsumen media itu sendiri menjadi korban perang pemberitaan, dan jika diteliti lebih dalam jangka panjang akan merugikan bangsa dan negara kita sendiri. Sebagai masyarakat yang kritis, tentunya permasalahan ini dianggap penting mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari berbagai pemberitaan.
Pemberitaan media sangat berdampak terhadap psikologi, gaya hidup, dan opini masyarakat. setiap perilaku dan pola pikir masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Sehingga jika pemberitaan itu tidak baik maka secara tidak langsung opini dan perilaku masyarakat juga akan terpengaruh. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran media cukup sentral dalam perkembangan perilaku masyarakat.
Sesuai dengan teori kognitif dan Efek Konatif/Behavioral, efek komunikasi yang bersangkutan dengan niat, tekad, upaya, usaha/upaya, yang cenderung menjadi suatu tindakan atau kegiatan-kegiatan. Karena berbentuk perilaku, maka efek konatif sering juga disebut dengan efek behavioral. Efek konatif/behavioral tidak langsung timbul seketika sebagai akibat terpaan media massa. Melainkan, didahului oleh efek kognitif dan atau efek afektif yang telah berlangsung sebelumnya. Efek komunikasi ini sekaligus menjadi indikator atau tolok ukur keberhasilan dari proses penyampaian pesan komunikasi dari pihak komunikator kepada komunikan[2].
Literasi media kini adalah sebuah keharusan ditengah masyarakat teknologi informasi. Pendidikan media adalah kebutuhan ditengah kehidupan masyarakat yang kesehariannya berinteraksi dengan media. Ada tiga fungsi utama literasi media:[3]
1. Proteksi
Media dianggap berpotensi merugikan dan dapat memberikan dampak negatif sehingga khalayak perlu diberi pendidikan literasi. Tidak sekedar menginformasikan tentang realitas media, literasi juga diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar dapat mengnsumsi informasi secara sehat. Kesadaran merupakan sebuah rasa kepekaaan terhadap sesuatu hal yang direfleksikan dari hati yang pada intinya merupakan hasil dari penyatuan antara hati dengan otak terhadap kebenaran yang sebenarnya[4]Kesadaran merupakan kekuatan luar biasa yang dapat mengubah cara pandang serta sikap manusia karena kesadaran itu melebihi kepandaian manusia itu sendiri.
2. Pemberdayaan
Media memiliki fungsi positif sebagai salah satu sumber belajar. Kegiatan literasi media dilakukan untuk member pengetahuan dan keterampilan pada khalayak agar dapat mengoptimalkan isi media untuk diri dan masyarakat.
3. Studi Media
Literasi media dilakukan dengan titik berat pada mempelajari struktur isi pesan media berdasar media yang berbeda, teknik produksi, dan pengemasan isi pesan, yang lebih dimaksudkan sebagai upaya untuk mempelajari medianya.
[2]https://www.liputan6.com/citizen6/read/797200/media-sebagai-kontrol-sosial
[3]Tim peneliti YPMA, Konsep dan Implementasi Literasi Media dalam Kumpulan Makalah
Workshop Nasional Konsep & Implementasi Media Literacy di Indonesia, (Jakarta: departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI, 2011), 47
[4]Diakses dari http://www.kompasiana.com/dimanasnawigmailcom/kesadaran-adalah- kekuatan-besar-dalam-hidup_54ff79baa33311ec4f50ff46 pada tanggal 2 April 2016
Komentar
Posting Komentar